Sunday, June 16, 2013

Simbolisme



Simbol bukan sekadar penunjuk arah. Kadang juga ia jadi lubuk ekspresi. Ekspresi soal gelegak jiwa massa. Ada yang berani berdepan-depan. Ada juga (bahkan ramai) cuma di belakang tabir. Tiada terzahir. Seperti simbol-simbol ini. Betapa simbol juga punya magisnya tersendiri. Ada yang langsung haram di pamer. Swastika misalnya. Jika di barat takut di cop anti semetik. 
Noktah.
Saya menyelami simbol-simbol ini. Ada rasa amarah si pembuat. Yang melihat juga menyelami dan menaakul. Ruang-ruang yang kecil tapi besar maksudnya.
Noktah.
Simbol agama yang kita guna. Di mobil contohnya. Muslim. Ada stiker selawat atau ayat Quran dengan gaya khat yang cantik. Ditampal di cermin belakang atau depan. Penyeri kononnya. Jika si pemandunya berhemah tinggi di atas jalanraya, alhamdulillah. Itulah cerminan seorang muslim yang baik. Namun kalau sebaliknya, langgar lampu merah, memandu ikut suka kepala bana. Jadi atas nama apa yang kita bawa. Nama Islam?. Sila buang apa jua simbol-simbol agama yang nampak cantik itu jika akhlak si pengguna simbol itupun..... 
Noktah.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...